Strategi Visual dan Komunikasi oleh Dr. Annuridya

Pada tanggal 10 Desember 2024, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menyelenggarakan Bimbingan Teknis bertema Peningkatan Kemampuan Ekspor Pelaku Usaha di Bidang Obat Bahan Alam. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini bertujuan untuk memperkuat daya saing pelaku usaha di pasar internasional. Salah satu narasumber utama dalam acara ini adalah Dr. Annuridya Rosyidta P. O., S.Pi., M.M., yang membawakan materi tentang Strategi Visual dan Komunikasi. Dalam paparannya, Dr. Annuridya menjelaskan pentingnya elemen visual dan komunikasi dalam meningkatkan daya tarik produk serta membangun citra profesional di pasar global.

Materi yang disampaikan meliputi empat elemen utama. Pertama, desain kemasan yang menarik menjadi kunci untuk mencerminkan identitas merek, melindungi produk, dan menarik perhatian konsumen. Beliau menekankan prinsip kesederhanaan, kejujuran, keamanan, serta konsistensi merek dalam menciptakan kemasan yang efektif. Kedua, desain booth pameran yang menarik dianggap penting untuk memaksimalkan kesempatan berinteraksi dengan calon pelanggan. Tata letak booth yang fungsional, pencahayaan yang menonjolkan produk, dan aktivitas interaktif seperti demo produk menjadi strategi yang dapat meningkatkan brand awareness.

Selanjutnya, Dr. Annuridya membahas pembuatan katalog produk yang efektif, baik dalam bentuk cetak maupun digital. Beliau memberikan tips untuk menciptakan katalog yang informatif dengan tata letak rapi, visual berkualitas, serta fitur interaktif untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Terakhir, pentingnya company profile profesional juga disampaikan, di mana profil perusahaan yang baik mampu membangun citra merek, menarik investor, dan memperkuat hubungan dengan mitra bisnis. Elemen seperti sejarah perusahaan, visi dan misi, produk atau jasa, serta kontak lengkap menjadi bagian esensial dalam company profile.

Melalui materi ini, Dr. Annuridya memberikan wawasan strategis kepada para pelaku usaha obat bahan alam tentang cara memanfaatkan visual dan komunikasi untuk mendukung ekspor. Dengan penerapan strategi yang tepat, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk mereka di pasar internasional, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan industri obat bahan alam Indonesia.